Tata KramaMinangkabau
“Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” — adab hidup urang Minang yang menjunjung tinggi kesopanan, rasa hormat, dan malu.
Jelajahi cara berbicara, bersikap, dan bergaul yang mewaris turun-temurun di ranah Padang, Sumatera Barat.
“Adat Basandi Syarak,
Syarak Basandi Kitabullah”
Adat bersendikan syariat (agama Islam), syariat bersendikan Kitabullah (Al-Qur'an). Bagi urang Minang, adat dan agama adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Adat Basandi…
Adat
Aturan hidup, tata krama, dan kebiasaan turun-temurun yang mengatur pergaulan urang Minang.
…Basandi Syarak…
Syarak
Syariat Islam menjadi sandaran adat — “Syarak Mangato, Adat Mamakai”: agama memerintah, adat melaksanakan.
…Syarak Basandi Kitabullah
Kitabullah
Al-Qur'an sebagai sumber tertinggi yang menjadi landasan syariat sekaligus seluruh adat.
Kato Nan Ampek
Empat cara berbicara yang menyesuaikan tutur kata dengan siapa lawan bicara — pilih untuk menelusuri.
Kata Mendaki · Bertutur ke “atas”
Kato Mandaki
Kepada: Kepada yang lebih tua & dihormati — orang tua, guru, ninik mamak.
Bertutur halus, sopan, dan santun. Menjaga adab kepada yang dituakan.
Contoh Sikap
Tidak memotong pembicaraan orang tua dan tidak membantah nasihatnya.
Sumbang Duo Baleh
Dua belas “sumbang” — perilaku yang dianggap kurang patut dalam adat Minang. Awalnya pedoman bagi perempuan, kini menjadi rambu kesopanan bersama. Ketuk kartu untuk melihat maknanya.
Elok & Indak
Panduan sikap bagi pengunjung Kota Padang agar tetap santun sesuai adat.
Berpakaian sopan dan rapi, terutama menutup tubuh saat ke masjid, rumah gadang, atau acara adat.
Gunakan tangan kanan saat memberi, menerima sesuatu, dan saat makan.
Dahulukan dan hormati yang dituakan (ninik mamak, orang tua) — biarkan mereka memulai lebih dulu saat makan bajamba.
Ucapkan salam dan minta izin saat bertamu; tunggu dipersilakan sebelum duduk.
Minta izin sebelum memotret orang, rumah adat, atau kegiatan ibadah.
Hormati waktu ibadah — banyak aktivitas menyesuaikan jam salat, terutama Jumat.
Bertutur halus dan sesuaikan dengan lawan bicara sesuai semangat Kato nan Ampek.
Pepatah Adat
Bajalan paliharolah kaki, bakato paliharolah lidah.
Berhati-hatilah dalam melangkah maupun berbicara agar tidak menyakiti orang lain.